2 Juli 2026 – General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Dumai, Jonathan Ginting, menyambut dengan bangga dan menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung peluncuran Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Langkah strategis ini dinilai menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik serta memperkuat posisi Dumai sebagai gerbang konektivitas internasional di perbatasan Indonesia–Malaysia.
"Pelabuhan Penumpang Dumai adalah wajah pertama Provinsi Riau bagi jutaan penumpang, wisatawan, dan pelaku usaha yang melintas dari dan ke Malaysia setiap tahunnya. Sebagai pengelola fasilitas pelabuhan, kami berkomitmen penuh memastikan seluruh sistem pembayaran non tunai berjalan lancar, aman, mudah diakses, dan dapat diandalkan oleh semua pihak," ujar Jonathan Ginting saat memberikan pernyataan usai acara peluncuran, Kamis (2/7).
Penerapan sistem pembayaran non tunai di lingkungan Pelabuhan Penumpang Dumai mencakup seluruh jenis layanan, mulai dari pembayaran pas masuk kendaraan, retribusi penggunaan terminal, hingga pembelian tiket kapal feri internasional yang kini telah didukung penuh oleh fitur QRIS Antarnegara.
"Kehadiran QRIS Antarnegara ini menjawab langsung kebutuhan nyata pengguna jasa kita. Sebagaimana diketahui, hingga Triwulan I 2026 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui pelabuhan ini mencapai 15.177 orang atau tumbuh 11,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan sebanyak 87 persen di antaranya berasal dari Malaysia. Kini mereka tidak perlu lagi repot menukar uang tunai atau bingung dengan konversi mata uang, cukup satu kali pemindaian kode maka transaksi selesai—cepat, praktis, murah, dan sangat aman," jelas Jonathan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, transformasi menuju kawasan non tunai ini juga selaras dengan posisi strategis Kota Dumai sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, serta jalur pelayaran utama ke Melaka, Port Dickson, dan Muar. Perubahan ini tidak hanya memangkas waktu antrean penumpang, tetapi juga meningkatkan transparansi serta akuntabilitas seluruh transaksi keuangan di lingkungan pelabuhan.
"Selain kemudahan bagi penumpang, langkah ini juga membuka peluang yang jauh lebih besar bagi pelaku UMKM yang beroperasi di sekitar pelabuhan. Dengan sistem pembayaran digital yang inklusif, pasar mereka kini terbuka lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga bagi wisatawan asing yang berkunjung," tambahnya.
Jonathan Ginting juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang terjalin sangat erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Dumai, PT Pelabuhan Dumai Berseri, Indomal, seluruh perbankan mitra, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya yang telah bersinergi mewujudkan peluncuran ini.
Ia pun berharap keberhasilan penerapan sistem non tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai dapat menjadi model percontohan yang sukses, sehingga nantinya dapat direplikasi dan diterapkan di terminal maupun pelabuhan lain di wilayah kerja Pelindo Regional 1, serta di berbagai kawasan layanan publik di seluruh Provinsi Riau.
"Kami ingin buktikan bersama, dari Dumai kita wujudkan pelayanan pelabuhan berstandar internasional yang siap bersaing di era ekonomi digital, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih cepat dan merata," tutup Jonathan Ginting.
Editor:Eliwati











