Di tengah geliat pembangunan dan pesatnya pertumbuhan sektor industri yang melanda Kota Dumai, kenyataan pahit masih menyelimuti sebagian besar putra-putri daerah. Banyak warga lokal yang justru kesulitan mendapatkan kesempatan bekerja di tanah kelahirannya sendiri, sementara di sisi lain tak sedikit pekerja yang nasibnya terabaikan dan hak-haknya dilanggar. Menyikapi kondisi ini dengan keprihatinan yang mendalam, hadir langkah nyata dari sosok wanita yang patut dijadikan teladan dan kebanggaan masyarakat Dumai.
Ia adalah Rahmayani, yang dalam kesehariannya sangat akrab dipanggil dengan sebutan Yeni Jati. Sosok ini dikenal luas sebagai wanita yang terpuji, gigih dan tak kenal lelah memperjuangkan hak-hak pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak, maupun mereka yang diperlakukan tidak sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di lingkungan perusahaan. Selain itu, Rahmayani atau Yeni Jati juga dikenal sebagai wanita yang memiliki hati lembut, suka menolong, dan senantiasa sigap membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya.
Berangkat dari keprihatinan melihat kondisi tersebut, Rahmayani "Yeni Jati" akhirnya mengambil langkah tegas dan bersejarah. Ia secara resmi membentuk Komunitas Pencari Kerja Kota Dumai (KPKD), sebuah wadah perjuangan yang didirikan khusus sebagai tempat berlindung dan berjuang bagi masyarakat yang sedang menganggur, maupun bagi tenaga kerja yang merasa hak-haknya dirampas atau diabaikan oleh pihak manapun.
Menurut pandangan Yeni Jati, sudah sangat lama dan sudah saatnya anak tempatan tidak lagi hanya menjadi penonton diam di tengah kemajuan dunia industri yang terus berkembang pesat di Kota Dumai ini. Oleh sebab itu, KPKD hadir untuk memberikan pendampingan yang menyeluruh dan serius kepada masyarakat, mulai dari penanganan kasus PHK sepihak, pemutusan kontrak kerja yang dinilai tidak adil dan merugikan, hingga memperjuangkan pemenuhan hak-hak normatif pekerja yang seharusnya didapatkan.
Pertemuan perdana yang menandai berdirinya komunitas ini berlangsung penuh haru dan semangat kebersamaan di kediaman Rahmayani atau Yeni jati yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Bumi Ayu, pada Jumat sore. Turut hadir menyaksikan dan mendukung langkah ini Dewan Penasehat KPKD Kimlan Antoni, Advokat Raja Junaidi, S.H., Dian Purnama Ayu atau yang akrab disapa Popy yang bertindak sebagai moderator, serta para anggota awal komunitas yang memiliki visi dan misi yang sama.
Dalam sambutannya yang penuh ketegasan namun tetap hangat, Yeni Jati menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam begitu saja apabila ada anak tempatan atau pekerja yang diperlakukan tidak adil. "Kalau ada anak tempatan yang ditindas, haknya diabaikan, atau pekerja yang dizalimi, jangan pernah takut untuk datang dan melapor kepada kami. KPKD siap mendampingi sepenuhnya, memperjuangkan hak kalian mulai dari pengajuan ke Dinas Tenaga Kerja hingga menempuh jalur hukum jika itu diperlukan. Kami hadir di sini untuk memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan keadilan yang layak diterima," tegas Yeni Jati.
Ia juga menegaskan dengan lantang bahwa perjuangan KPKD ini bukan sekadar slogan atau janji manis semata, melainkan komitmen nyata untuk menjadi tempat mengadu dan memperjuangkan hak-hak masyarakat tanpa mengedepankan kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan tertentu.
Sementara itu, Dewan Penasehat KPKD Kimlan Antoni turut menegaskan bahwa komunitas tersebut bergerak murni atas dasar kepedulian sosial dan kemanusiaan. "KPKD bukanlah organisasi yang mencari keuntungan materi. Kami hadir tulus untuk membela hak anak tempatan dan pekerja yang membutuhkan pendampingan serta bantuan," ujarnya.
Selain membuka ruang advokasi dan perlindungan hukum, KPKD juga berkomitmen membekali para pencari kerja dengan kemampuan yang mumpuni. Nantinya akan diselenggarakan pelatihan penyusunan riwayat hidup atau CV yang menarik, strategi ampuh menghadapi wawancara kerja, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, pembentukan kedisiplinan, pemahaman etika kerja yang benar, serta penguatan kompetensi diri lainnya agar para putra-putri daerah mampu bersaing secara sehat dan percaya diri di dunia industri.
Di bawah kepemimpinan Rahmayani alias Yeni Jati, Komunitas Pencari Kerja Kota Dumai menegaskan tekad kuatnya untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak pekerja, sekaligus membuka peluang yang jauh lebih luas bagi anak tempatan agar mereka tidak lagi menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.
Editor: Eliwati











