Header Ads Widget


 

BREAKING NEWS

6/recent/ticker-posts



tuan rumah Event bertaraf Internasional. Kemah Sastra Seni Budaya Se-ASEAN 2026 resmi akan digelar Pada tanggal 11 s.d 13 September 2026 di Pantai Tantrayana, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

Kegiatan berskala ASEAN ini akan mempertemukan delegasi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Total peserta yang ditargetkan mencapai ± 150 orang yang terdiri dari sastrawan, budayawan, Akademisi, Seniman, tokoh Perfilman, Pegiat seni, Mahasiswa, serta komunitas budaya dari Empat negara.

Kolaborasi Budaya dan Diplomasi Rakyat
Kemah Sastra Seni Budaya Se-ASEAN 2026 digagas sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat hubungan persahabatan antar bangsa di kawasan ASEAN melalui pendekatan budaya. 

Ketua Panitia Pelaksana TANTRI SUBEKTImenjelaskan, pemilihan konsep "Kemah" bertujuan menghadirkan suasana kekeluargaan dan kebersamaan di alam terbuka.  
"Dengan konsep Perkemahan budaya, kami ingin peserta tidak hanya berdiskusi di ruangan, tapi juga merasakan langsung keindahan alam, keramahan masyarakat Melayu, dan kekayaan Budaya pesisir Kota Dumai," ujar Tantri.

Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan. Di antaranya dialog sastra lintas negara pertunjukan seni tradisi dan kontemporer bedah buku workshop penulisan pameran seni rupa hingga Talkshow perfilman dan industri kreatif

Sebagai pembuka, peserta akan disambut dengan tradisi Tepuk Tepung Tawar dan Atraksi Kompang khas Melayu. Panitia juga menyiapkan wisata bahari susur pesisir menggunakan pompong untuk memperkenalkan kampung-kampung nelayan dan potensi wisata bahari Dumai kepada tamu mancanegara.

Dukungan Penuh Pemerintah Kota Dumai
Wali Kota Dumai H. PAISAL, SKM., MARS menyatakan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, ini adalah momentum strategis untuk mengangkat derajat Kota Dumai di mata internasional.

"Event internasional seperti ini adalah kesempatan emas bagi Dumai. Kita bisa memperkenalkan budaya Melayu yang luhur, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif kita. Saya yakin nama Dumai akan semakin dikenal di kancah se-ASEAN," tegas Wali Kota Paisal.

Pemerintah Kota Dumai melalui OPD terkait juga akan bersinergi dengan panitia untuk memastikan kelancaran akomodasi, keamanan, dan promosi kegiatan selama tiga hari pelaksanaan.

Hadirkan Tokoh Nasional dan ASEAN
Kemah ini juga akan menghadirkan sederet nama besar dunia sastra dan budaya. Beberapa tokoh yang telah dikonfirmasi hadir antara lain:  
Budi Sumarno, Bejo Sulistyo, Prof. Alaidin Koto, Prof. Husnus Abadi, Prof. Galang Asmara, serta Datuk Seri Paduka Ramli dari Malaysia.

Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus jembatan kerjasama antara pegiat budaya Indonesia dengan negara-negara ASEAN.

Harapan Ke Depan
Panitia berharap Kemah Sastra Seni Budaya Se-ASEAN 2026 tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi titik awal lahirnya jaringan kolaborasi budaya, sastra, dan industri kreatif antar negara ASEAN.

"Harapan kami, dari Dumai akan lahir deklarasi bersama, program pertukaran seniman, dan kerja sama budaya berkelanjutan. Sehingga Dumai benar-benar menjadi pintu gerbang budaya Melayu di ASEAN," tutup Tantri.

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Kota Dumai diharapkan semakin menguatkan posisinya sebagai Kota Idaman yang berbudaya, ramah, dan siap bersaing di tingkat regional maupun internasional.

Editor: Eliwati