Header Ads Widget


 

BREAKING NEWS

6/recent/ticker-posts

Ngopi Bareng Ayah di Caffe Teras Jaya Mukti Perkuat Peran Ayah Sebagai Pelindung Utama Anak dan Perempuan

AKTUAL RIAU.COM — DUMAI Rabu, 4 November 2026, suasana hangat terasa di Caffe Teras Work Hard, Jalan Janur Kuning, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur. Di sini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Dumai menggelar kegiatan "Ngopi Bareng Ayah" (NBA) dengan tema: "Bukan Cuma Ngobrol, Kita Pelindung Utama Anak".
 
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPTD PPA Kota Dumai, drg. Ridhonaldi, M.K.M. Hadir pula Camat Dumai Timur, Lurah Jaya Mukti, perwakilan PPA Polres Dumai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai beserta Kabid SD dan Kabid SMP, perwakilan Kodim 0320 Dumai, LPMK, ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.

 
 Bukan Sekadar Berkumpul, Ini Momentum Penting
Dalam pemaparannya, drg. Ridhonaldi menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar pertemuan santai. "Kita ingin mengajak para ayah menyadari peran sesungguhnya: bukan hanya mencari nafkah, tetapi menjadi pelindung pertama dan utama bagi istri dan anak-anak di rumah. Ketika ayah hadir dan peduli, risiko terjadinya kekerasan di lingkungan keluarga dapat ditekan sejak dini," ujarnya.
 
Lima peran kunci ayah yang ditekankan
 
- Memutus rantai siklus kekerasan
- Menjadi teladan dan otoritas yang penuh kasih
- Meringankan beban ibu dalam pengasuhan
- Menjadi pendidik dan pelindung utama anak
- Membangun lingkungan tetangga yang saling menjaga anak
 
 
 
📊 Data Realitas: Semakin Peduli, Semakin Turun Angkanya
 
Dipaparkan pula data perkembangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Dumai yang menunjukkan tren positif:
 
- 2023: 174 kasus
- 2024: 137 kasus
- 2025: 117 kasus
- 2026: 55 kasus (per September)
 
Sementara pada semester I–2026 tercatat 58 orang korban, terdiri dari anak perempuan 26 orang, anak laki-laki 17 orang, dan perempuan dewasa 15 orang. Penurunan ini diharapkan terus berlanjut dengan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama para ayah.
 
 
 Memetakan "Zona Aman" untuk Anak
Kegiatan juga mengedukasi peserta melalui konsep Child Safety Mapping, yaitu mengenali enam area yang butuh pengawasan ekstra
 
- Rumah  Keluarga kenali siapa yang berinteraksi dengan anak
- Toko Kelontong: hindari anak berbelanja sendirian
- Sekolah & Madrasah: pastikan lingkungan belajar aman dan diawasi
- Tempat Ibadah & TPA: pengelola wajib memiliki standar perlindungan anak
- Fasilitas Umum & Taman: pastikan pencahayaan dan keamanan memadai
- Lingkungan Tetangga: bangun budaya tetangga peduli anak
 
Peserta juga diingatkan bahwa bahaya sering kali datang dari "kebaikan yang berlebihan" yang justru digunakan untuk mendekati anak. Maka, pendekatan WHO INSPIRE menekankan: mencegah kekerasan bukan hanya mengajar anak berkata "tidak", tetapi menciptakan lingkungan yang meminimalkan peluang terjadinya kekerasan.
 
 
 
Camat Dumai Timur dan para undangan lainnya menyambut baik kegiatan ini. Harapannya, semangat dari pertemuan ini dapat menyebar ke setiap lingkungan dan rumah tangga di Kecamatan Dumai Timur karena rumah yang aman dimulai dari ayah yang hadir, peduli, dan melindungi.

Editor:Eliwati