Header Ads Widget


 

BREAKING NEWS

6/recent/ticker-posts

Dirdik Seskoad dan Kadepter Seskoad melaksanakan Wasdik (pengawasan pendidikan)

AKTUAL RIAU COM- Dumai Kegiatan Peninjauan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) dan Pembinaan Satuan (Binsat) Kelompok 2 Sektor Dumai Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad TA 2026 dilaksanakan di wilayah Kota Dumai, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Direktur Pendidikan (Dirdik) Seskoad Brigjen TNI Surya Wibawa Suparman, didampingi Kadepter Seskoad, para Perwira Penuntun (Patun), serta Dosen Pembimbing.
 Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Markas Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Denarhanud) 004/WSBY dan Kodim 0320/Dumai sebagai salah satu lokasi kegiatan KKL Wilhan dan Binsat Kelompok 2 Sektor Dumai.

Dalam kegiatan tersebut, Dirdik Seskoad beserta rombongan tidak hanya menerima paparan mengenai hasil penelitian KKL Wilhan dan Binsat, tetapi juga melihat secara langsung berbagai upaya yang dilakukan oleh unsur kewilayahan dalam menghadapi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan sosialisasi tentang Karhutla yang dikemas dalam Forum Discussion Group (FDG). Forum tersebut melibatkan jajaran Koramil 02/Bukit Kapur, Polsek Bukit Kapur, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan yang berada di sekitar wilayah Bukit Kapur.
Forum ini menjadi ruang untuk bertukar pandangan dan pengalaman antara aparat, masyarakat, dan pihak perusahaan dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan Karhutla. 
Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan terbentuk pemahaman bahwa penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi dan survei lapangan terkait Karhutla di wilayah Kota Dumai, khususnya terhadap keberadaan sumur bor air pada titik-titik atau hot spot Karhutla di wilayah Dumai Timur.

 Kegiatan tersebut didampingi oleh Danramil 01/Kota Dumai, Kodim 0320/Dumai, Kapolsek Dumai Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Satgas Karhutla Sektor Dumai Timur.

Observasi lapangan tersebut memberikan gambaran secara langsung mengenai kondisi di lapangan sekaligus menjadi bagian penting dalam memastikan adanya sinkronisasi antara hasil penelitian KKL Wilhan dan Binsat Kelompok 2 Sektor Dumai dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan penelitian, rangkaian KKL tersebut diarahkan untuk membangun perspektif bahwa Karhutla tidak semata-mata merupakan bencana alam yang datang secara berulang setiap tahun.

 Dalam banyak kasus, Karhutla juga dapat dipengaruhi oleh faktor kelalaian manusia, perilaku, pengelolaan lahan, serta lemahnya kesadaran terhadap potensi risiko kebakaran.
Karena itu, upaya penanggulangan Karhutla perlu dilakukan melalui perubahan paradigma, dari sekadar “siaga memadamkan” menjadi “waspada mencegah”. 

Pendekatan pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, masyarakat, hingga komunitas peduli lingkungan.

Pesan utama yang dibangun dalam kegiatan tersebut adalah bahwa Karhutla bukan takdir tahunan, melainkan pilihan yang dapat diubah bersama. 

Dengan meningkatkan kepedulian, memperkuat koordinasi, membangun sistem peringatan dini, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di wilayah, potensi Karhutla dapat ditekan sejak dini sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Melalui kegiatan KKL Wilhan dan Binsat, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad tidak hanya dituntut menghasilkan penelitian yang bersifat akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan di wilayah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para Pasis dalam memahami dinamika pertahanan wilayah secara komprehensif, dengan mengedepankan sinergi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat. 

Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat menjadi masukan konstruktif dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kota Dumai.

EDITOR: Eliwati