AKTUAL RIAU COM- DUMAI — Bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai saat ini mulai memasuki tahapan penting. Setelah Ketua KONI Dumai sebelumnya, Agustiawan, mengundurkan diri, proses penjaringan dan penyaringan calon ketua kini menjadi perhatian kalangan insan olahraga di Kota Dumai.
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) telah menutup tahapan pendaftaran dan mencatat empat bakal calon yang siap mengikuti proses pemilihan. Selanjutnya, penentuan ketua definitif akan dilakukan melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Pergantian kepemimpinan tersebut bukan sekadar persoalan memilih figur baru. Bagi sejumlah kalangan olahraga, Musorkotlub menjadi momentum penting untuk menentukan arah pembinaan olahraga Dumai dalam empat tahun mendatang.
Salah seorang tokoh Olahragawan Dumai yang memberikan pandangan mengenai figur calon pemimpin KONI Dumai adalah Ahmad Dahlan, mantan Ketua Cabang Olahraga (Cabor) INKAI dan Judo Kota Dumai.
Saat ditemui media ini di Cafe Latte, Jalan Sultan Hasanudin No. 49, kawasan Tegallega, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Minggu (16/8/2026), Ahmad Dahlan secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap sosok H. Johannes MP Tetelepta pernah menjabat Ketua INKAI Dumai adalah figur yang dinilainya layak memimpin KONI Dumai ke depan.
Menurut Ahmad Dahlan, kepemimpinan KONI ke depan harus benar-benar mampu membawa perubahan, memperkuat pembinaan atlet serta menjalin hubungan yang lebih baik dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan dunia usaha.
“Harapan kami, jangan salah pilih lagi . Kalau ingin cabor di Dumai lebih baik ke depan, harus benar-benar memilih pemimpin yang mampu membawa olahraga Dumai menjadi lebih baik,” ujar Ahmad Dahlan.
Ahmad Dahlan menilai H. Johannes MP Tetelepta memiliki sejumlah karakter yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi olahraga.
Salah satu kelebihan yang disebutnya adalah sikap tegas. Menurut dia, KONI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu menjalankan roda organisasi secara administratif, tetapi juga berani mengambil keputusan dan memiliki kemampuan membangun koordinasi dengan berbagai pihak.
Selain itu, Johannes dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terutama dalam membangun hubungan dengan pihak perusahaan maupun pemerintahan.
Kemampuan tersebut dianggap penting karena perkembangan olahraga di daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan internal organisasi. Pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, peningkatan fasilitas, hingga dukungan terhadap atlet berprestasi membutuhkan kolaborasi antara KONI, pemerintah daerah, dunia usaha, cabang olahraga dan masyarakat.
“Beliau sosok yang tegas dan komunikasinya baik dengan pihak perusahaan maupun pemerintahan. Ini penting untuk membangun olahraga Dumai ke depan,” kata Ahmad.
Pemilihan Ketua KONI Dumai periode saat ini dipandang sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan pembinaan olahraga selama ini.
KONI memiliki posisi strategis dalam mengkoordinasikan berbagai cabang olahraga dan mengarahkan pembinaan prestasi atlet. Karena itu, figur yang terpilih nantinya dituntut tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga memiliki visi yang jelas mengenai masa depan olahraga Dumai.
Dengan empat bakal calon yang telah masuk dalam proses penjaringan, persaingan menuju kursi Ketua KONI Dumai diperkirakan akan berlangsung dinamis.
Namun, yang lebih penting dari kontestasi tersebut adalah bagaimana Musorkotlub mampu menghasilkan pemimpin yang dapat diterima insan olahraga serta memiliki kemampuan mempertemukan kepentingan berbagai cabang olahraga.
Bagi Ahmad Dahlan, kepemimpinan KONI mendatang harus berorientasi pada kepentingan atlet dan kemajuan cabang olahraga.
Ia berharap proses pemilihan tidak hanya melihat popularitas atau kekuatan dukungan semata, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas, integritas, kemampuan komunikasi serta komitmen calon dalam membangun olahraga Dumai.
“Yang kita harapkan adalah KONI ke depan benar-benar bisa membawa perubahan. Jangan sampai pemilihan hanya berganti orang, tetapi persoalan olahraga tetap sama,” tegasnya.
Dengan Musorkotlub yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026, perhatian insan olahraga Dumai kini tertuju pada empat bakal calon yang akan memperebutkan kepercayaan pemilik suara.
Siapa pun yang nantinya terpilih, tantangan terbesar bukan berhenti pada kemenangan dalam forum Musorkotlub. Tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa kepemimpinan baru mampu memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi cabang olahraga, membangun kemitraan dengan pemerintah dan dunia usaha, serta mengembalikan kepercayaan insan olahraga terhadap KONI Dumai.
Musorkotlub 27 Agustus mendatang pun menjadi titik awal untuk menentukan apakah KONI Dumai mampu memasuki babak baru dengan kepemimpinan yang lebih kuat, terbuka dan berorientasi pada prestasi.
Editor: Eliwati











