AKTUAL RIAU COM- DUMAI – Semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap warisan leluhur menyatu dalam perayaan istimewa yang digelar oleh Persaudaraan Jawa Indonesia Kota Dumai.
Bertempat di Jalan Sukaramai, RT 07, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, paguyuban Panji menyelenggarakan kegiatan syukuran menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus meresmikan peluncuran kesenian tradisional Jaranan Turonggo Panji Setyo.
Kegiatan penuh makna ini dihadirkan sebagai wujud nyata semangat kebangsaan dan rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air. Di tengah beragam cara mengisi hari kemerdekaan, Persaudaraan Jawa Indonesia Kota Dumai memilih melestarikan dan menghidupkan kembali seni budaya tradisional sebagai bentuk ungkapan syukur dan kebanggaan berbangsa.
Kesenian Jaranan Turonggo Panji Setyo merupakan milik paguyuban Panji yang berada di bawah naungan Kelompok Seni Budaya (KSB) Panji.
Pengurus KSB Panji yang memimpin kegiatan ini terdiri dari Ketua, Totok Gunanto; Sekretaris, Eko Prasetiyo; dan Bendahara, Nursalim.
Suasana semakin hangat dan berkesan dengan hadirnya Ketua RT 07 Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Bapak Suparman, didampingi para tokoh masyarakat setempat, yaitu Bapak Marsito, Bapak Warsito, dan Bapak Mismun.
Kehadiran para tokoh masyarakat menjadi dukungan sekaligus dorongan agar kesenian tradisional ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan warga.
Ketua Panji sekaligus KSB Panji, Totok Gunanto, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan perdana ini. "Meluncurkan kesenian Jaranan Turonggo Panji Setyo bertepatan dengan momen kemerdekaan adalah kebanggaan tersendiri bagi kami. Semangat kemerdekaan yang kita rayakan hari ini sejalan dengan semangat menjaga warisan budaya—keduanya adalah anugerah yang wajib kita jaga dan lestarikan demi persatuan dan kebersamaan," ujarnya dengan penuh harap.
Penampilan kesenian Jaranan yang sarat nilai-nilai luhur tampil memukau dan memukau warga yang hadir, menampilkan harmoni antara semangat kemerdekaan dan kekayaan budaya tradisional. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan p8enuh suasana kekeluargaan yang erat, menjadi penutup malam yang indah dan berkesan bagi seluruh warga yang hadir.
Editor: Eliwati











