AKTUAL RIAU COM- DUMAI, Dinamika pemilihan Ketua KONI Kota Dumai semakin memanas. Menjelang penutupan masa pengambilan formulir, nama Vincent M Yusuf akhirnya resmi masuk dalam bursa pencalonan.
Tim Pemenangan Vincent mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat KONI Dumai, Jalan Diponegoro, Jumat 14 Agustus 2026 sore. Langkah ini menjadi penegasan keseriusan Vincent untuk memimpin organisasi induk olahraga di Kota Dumai.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI Dumai mencatat ada 4 bakal calon yang telah mengambil formulir. Selain Vincent, tiga nama lainnya adalah Johannes MP Tetelepta, Abdul Kadir Jailani, dan Edison.
Sekretaris TPP KONI Dumai, Iriansyah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para kandidat.
"Tahapan pertama berjalan lancar. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses penjaringan ini," ujarnya.
Selanjutnya, tahapan pengembalian formulir dan verifikasi berkas akan dibuka mulai 15 Agustus hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB. Setiap calon wajib mengantongi dukungan minimal 15 Cabang Olahraga dan melengkapi berkas administrasi sesuai ketentuan.
Puncak proses akan ditentukan melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026.
Usung Visi Olahraga Mandiri dan Berbasis Data
Vincent M Yusuf hadir dengan visi besar: Mewujudkan Olahraga yang Mandiri, Berprestasi, Memperkuat Silaturahmi dan Menjadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup Masyarakat.
Visi ini lahir dari keprihatinannya terhadap tiga persoalan utama olahraga Dumai: ketergantungan pada APBD, pembinaan yang belum sistematis, dan jarak antara atlet elit dengan masyarakat.
Untuk menjawab tantangan itu, Vincent menyiapkan 4 misi strategis:
1. Digitalisasi Olahraga
Vincent ingin membangun sistem pendataan atlet berbasis aplikasi terpadu. Mulai dari profil usia dini hingga senior, riwayat prestasi, jadwal latihan, hingga rekam medis.
"Kalau data kita rapi, pembinaan jadi terarah. Atlet berbakat di Bukit Kapur atau Sungai Sembilan tidak akan tertinggal karena tidak punya akses informasi," tegasnya.
2. Kemandirian Dana
Tidak lagi bergantung pada satu sumber anggaran. Vincent menggagas skema kemitraan dengan dunia usaha melalui paket sponsor dan program "Bapak Angkat Cabor". Perusahaan atau tokoh Dumai didorong membina 1 cabor secara berkelanjutan, dari peralatan hingga keberangkatan kejuaraan.
3. Penguatan Pembinaan Berjenjang
4. Olahraga untuk Semua
Menurut Vincent, olahraga tidak boleh hanya jadi agenda event 2 tahun sekali. Olahraga harus hidup setiap hari, di sekolah, di komunitas, dan di hati masyarakat Dumai.
Dengan gagasan dan semangat perubahan yang dibawanya, Vincent M Yusuf menegaskan kesiapannya membawa KONI Dumai menuju era baru yang lebih profesional, mandiri, dan berprestasi.
Editor: Eliwati











