Header Ads Widget


 

BREAKING NEWS

6/recent/ticker-posts

Ida Herida Yang Dikenal Sebutan Teteh Pendidik Luar Biasa Penyair Menginspirasi Bangsa Sampai ke Kancah internasional

AKTUAL RIAU COM- PADANG PANJANG — Di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, berdirinya seorang wanita yang tak lelah menebar kebaikan melalui dua jalan mulia: mendidik dan berkarya. Ida Herida, yang akrab disapa Teteh, lahir di Bandung pada 29 November 1962. Meski berkelahiran di Jawa Barat, ia memilih mengabdikan seluruh hidupnya di ranah Minang, kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SLB Asih Putra tempat di mana ia mencurahkan kasih sayang bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
 
 Mengabdi untuk Anak-Anak Istimewa
 
Ida Herida bukan sekadar pendidik, melainkan pelita yang menerangi jalan anak-anak dengan keterbatasan. Pengalaman panjangnya mengajar melahirkan karya-karya panduan belajar yang luar biasa, seperti buku Senangnya Belajar Membaca serta panduan Latihan Sensomotorik Gerak Tangan Menyambung dan Menirukan Angka. Tulisan-tulisan sederhananya menjadi jembatan yang memudahkan banyak anak untuk tumbuh dan berkembang.
 
 Puisinya Menyuarakan Hati yang Jujur
 
Di sela kesibukan mendidik, Ida Herida menumpahkan jiwanya melalui puisi. Karyanya dikenal jujur, menyentuh batin, dan merekam perjalanan hidup, perjuangan, serta rasa syukur yang mendalam. Beberapa karya puisi tunggalnya yang telah diterbitkan:
 
Tak Harus Kecewa" (2018) — Diterbitkan CV. Cipta Media Edukasi, berisi refleksi hidup dan semangat menghadapi ujian.
- "Menanti Waktu" (2024) — Diterbitkan Pilar Pustaka Cirebon, merangkai keindahan diksi dari pengalaman batinnya.
 
Puisinya juga tergabung dalam antologi bersama seperti Goresan Pena Cinta dan Puisi Religi (Penerbit Adab). Masih banyak karya lainnya, termasuk kumpulan puisi Tersandera pada Kenangan, Kelopak Mata yang Basah, dan berbagai tulisan lain yang lahir dari ketulusan hatinya.
 
Prestasi yang Membanggakan, Karya yang Diakui
 
Namanya kini dikenal luas di kancah literasi nasional maupun internasional:
 
- Juara Nasional Lomba Menulis "Langit Kasih" — 20 Maret 2026 — Meraih gelar Juara Nasional dalam ajang yang disponsori Penerbit Generasi. Karyanya resmi diterbitkan sebagai buku nasional dengan nomor ISBN 62-2129-0385-709, dinyatakan "Sangat Baik" berdasarkan penilaian tim redaksi.
- Festival Puisi Etnik Nusantara 2025 Berpartisipasi dalam festival internasional yang diikuti lima negara serumpun: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam, digelar di Kota Jambi pada 20–21 Desember 2025 di bawah pimpinan Dato' Sri Asrizal Nur. Mendapat piagam penghargaan dari PERRUAS (Perkumpulan Rumah Seni Asnur).
- Aktif di komunitas PERRUAS, dan pernah terlibat pembuatan video musikalisasi puisi bertaraf internasional, salah satunya puisi "Turki, Negeri yang Indah" hasil perjalanan wisata puisi ke luar negeri.
 
 
 Penutup Sederhana Namun Bermakna Besar
 
Ida Herida "Teteh" adalah bukti nyata bahwa seseorang bisa berarti banyak bagi orang lain, meski berjalan dengan sederhana. Dari ruang kelas pendidikan luar biasa hingga panggung puisi nasional dan internasional, ia terus menginspirasi bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya, dan kasih sayang adalah guru terbaik dalam kehidupan.

Editor: Eliwati